POLITEKNIK NEGERI MANADO IKUT KEGIATAN PAMERAN EXPO 11 PULAU TERLUAR SULUT

Program Studi Ekowisata Bawah Laut Politeknik Negeri Manado berpartisipasi dalam EXPO 11 Pulau terluar yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolah Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara. EXPO ini berlangsung selama 3 (tiga) hari di Manado Town Square. Dengan menampilkan perangkat alat Diving yang tidak hanya dilengkapi oleh tabung oksigen biasa tetapi juga tabung nitrox, Program Studi Ekowisata Bawah Laut siap membantu daerah-daerah terluar untuk mengkapitalisasi sumber daya maritim yang relevan dengan pengembangan pariwisata. Dalam EXPO EBL menampilkan material konservasi bawah laut maupun daratan sebagai bagian dari keahlian program studi. Program EBL memiliki staf yang kompeten di bidang transplantasi karang dan dapat  membantu pemerintah di kawasan pulau terluar untuk menghidupkan kembali atau melakukan rejuvenasi karang di kawasannya yang sudah rusak maupun dalam kondisi kritis. Keunggulan lainnya dari Prodi EBL adalah kompetensi dan keahlian staf pengajarnya. Di Indonesia hanya ada 2 (dua) orang asli Indonesia yang memegang gelar PADI Course Director atau Scuba Instructor Trainer yang berhak mengajar Dive Instructor. Salah satunya berada di Program Studi EBL yakni Frans Ratu, SE., MM. Selain itu dari 5 assesor selam di Sulawesi Utara, 2 di antaranya berada di Politeknik Negeri Manado. 

Pada tanggal 9 September 2016, Politeknik Negeri Manado bekerja sama dengan PADI akan menyelenggarakan pelatihan Dive Master Course untruk memperlengkapi industry penyelaman dengan tenaga trampil di bidangnya.

Kegiatan Expo 11 pulau terluar di hadiri oleh Wakil Gubenur Sulawesi Utara acara Drs. Steven O.E. Kandouw Walikota, Bupati, DPRD Provinsi serta Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), instansi Vertikal serta undangan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *