MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI MANADO MENUNTUT KEADILAN DARI DOSEN PENGAJAR

Mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mengaku resah dengan prilaku para dosen yang seenaknya, “Dosen terlambat harap maklum, mahasiswa terlambat tiada ampun”, itulah kutipan lelucon yang dibuat para mahasiswa dalam rangka mengekspresikan kekesalan mereka pada para dosen yang sering terlambat tanpa memberikan alasan yang jelas. Sebagian dosen di Polimdo tidak mematuhi peraturan yang ada karena tidak adanya sanksi yang berlaku, dan bahwa keterlambatan dosen polimdo sudah menjadi budaya karena tidak adanya sanksi yang berat. Namun mereka merasa dengan terlambat hadir telah melaksanakan tugas mereka dengan benar dan tidak menganggap itu sebagai suatu tanggung jawab dan keharusan. Adapun beberapa dosen yang membuat peraturan agar para mahasiswa tidak boleh terlambat, namun mereka tidak sadar bahwa mereka lah yang tidak dapat mematuhi peraturan mereka sendiri. “Mawar” salah satu dosen yang disamarkan namanya mengatakan bahwa, “perlu di adakannya sanksi yang tegas, agar para dosen yang terlambat dapat mengubah kebiasaan buruk mereka”.

Kemudian “Udin” salah satu mahasiswa Polimdo yang disamarkan namanya juga mengatakan, “saya melihat kinerja-kinerja beberapa dosen tidak semuanya maksimal, harusnya dosen menjadi contoh dan panutan yang baik bagi mahasiswa, bukan menunjukan sikap yang seenaknya”. Jadi saya rasa lelucon yang di buat oleh mahasiswa sangat pantas, karena seperti yang kita ketahui bersama di saat dosen terlambat tidak ada sanksi yang berlaku untuk mereka, sedangkan mahasiswa terlambat absen dialpakan. Semoga aturan di kampus kita dapat dipertegas lagi dan berimbang, tidak hanya berat sebelah.

Adapun pernyataan yang menggambarkan kekesalan dari mahasiswa polimdo, seperti “disaat kami terlambat, dosen tidak mau menerima alasan apapun, namun sebaliknya jika dosen terlambat kami hanya diam”. Banyak mahasiswa mengaku bahwa tingkat kehadiran mereka menurun dan juga mereka sering ketinggalan materi akibat tidak diperbolehkan masuk dan tidak dapat mengikuti mata kuliah oleh dosen-dosen tertentu. Kebijakan-kebijakan yang di inginkan oleh mahasiswa polimdo diterapkan seperti “keterlambatan dosen harus mendapatkan sanksi yang adil bagi para mahasiswa”. Akibat prilaku para dosen mahasiswa pun jadi terlantar karena harus menunggu kedatangan mereka. Karena takut terancam nilai, mereka pun bungkam dan tidak berani menyuarakan ketidak adilan yang mereka rasakan. Banyak mahasiswa menginginkan keadilan dari para dosen yang bertingkah seenaknya. “Dosen seharusnya memberikan contoh baik untuk para mahasiswa, bukannya melakukan hal-hal yang seenaknya seperti itu”.ungkap D.M salah satu mahasiswa Polimdo. (The Camp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *