Dual System 3-2-1 Dalam Revitalisasi Politeknik Dianggap Merugikan Mahasiswa Dalam Berorganisasi Di Kampus.

 

21577235_333584387065401_2531747766313418752_n-300x300 Dual System 3-2-1 Dalam Revitalisasi Politeknik Dianggap Merugikan Mahasiswa Dalam Berorganisasi Di Kampus.
*FKMPI

Dalam audiensi antara Forum Komunikasi Mahasiswa politeknik se-Indonesia (FKMPI) dengan  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada (26/02) tersebut FKMPI juga bertemu Bersama Pak Totok Prasetyo yang selaku Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi yang kemudian membahas tentang Revitalisasi Politeknik yang merupakan program Kemenristekdikti dengan tujuan yang baik guna memfokuskan kembali Politeknik. Namun di dalam program revitalisasi politeknik terdapat program pelaksanaan dual system 3-2-1, dimana mahasiswa politeknik akan mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus hanya 3 semester, kemudian dilanjutkan dengan magang 2 semester, dan semester akhir untuk penyelesaian tugas akhir.

Dual system inilah yang menjadi sorotan mahasiswa politeknik yang dianggap ada upaya mempersempit pergerakan kemahasiswaan khususnya di politeknik. Namun sangat disayangkan Pihak Kemenristekdikti menganggap bahwa dengan dilakukannya dual system nantinya mahasiswa tidak sama sekali menggangu kegiatan kemahasiswaan dan justru menunutut mahasiswa politeknik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan system yang ada, bagaimana pun caranya.

Sesuai dengan yang kami rangkul di salah satu official grup FKMPI, Dalam hal ini FKMPI yang telah terjun langsung ke lapangan dan FKMPI berbicara atas nama seluruh mahasiswa politeknik se Indonesia menegaskan bahwa kegiatan kemahasiswaan di politeknik masih sangat minim kualitas maupun kuantitas dan dapat menjadi lebih parah kedepannya jika dual system terlaksana, karena mahasiswa hanya bisa berorganisasi selama 3 semester, maka bisa dibayangkan bagaimana lemah dan prematurnya dunia organisasi mahasiswa politeknik nantinya.Tidak akan ada kemajuan jika system tidak dibenahi apalagi dipersempit malah justru akhirnya menjadi bentuk pelemahan.

 

Editor : AW & Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *